Owh.. Campaign is only Campaign… - RaAiFa.Com
Loading...

Owh.. Campaign is only Campaign…

Artikel dari seorang rekan.
Penulis : AGUNG F. AMNAF (021-99970107)
Email : agungfitrial@live.com


Campaign is only Campaign…

Hari ini masih sama seperti hari2 sebelumnya, rakyat Indonesia masih hiruk pikuk dengan posting-an capres unggulannya (tidak lupa posting juga berita miring capres yg berseberangan), berdebat & berargumentasi membela capres unggulan, sampai2 kabarnya ada putus silaturahmi gara2 berbeda pendapat tentang capres yang didukungnya… Semakin menarik…

Ada artikel yang menarik perhatian saya yang saya temukan di kompasiana yang diposting oleh Widodo Judarwanto per 15 Juni 2014. ( http://m.kompasiana.com/post/read/662009/2/karakteristik-3-kelompok-pendukung-jokowi-prabowo.html ).

Dalam artikel ini pendukung capres beliau kategorikan menjadi 3, yaitu; PENDUKUNG EMOSIONAL, PENDUKUNG RASIONAL & PENDUKUNG MUNAFIK. Kalau saya setuju sekali dengan 2 kategori awal (emosional & rasional), namun saya lebih prefer mengganti kategori MUNAFIK menjadi PENDUKUNG TIDAK INDEPENDEN, dengan alasan faktor kepentingan bukanlah berarti membuat seseorang selalu menjadi munafik. Pada artikel ini, Widodo Judarwanto menegaskan bahwa Kelompok Pendukung yang Rasional lah yang terbaik diantara ke-3 kategori tsb. Dan kembali lagi, saya setuju 100% akan hal ini.

Pada tulisan saya kali ini sangat erat kaitannya dengan artikel tentang pengelompokkan Rakyat Indonesia dalam memberikan dukungannya terhadap Capres-Cawapres (selanjutnya disingkat CC) RI tahun 2014 ini. Semoga tulisan saya ini bisa memberikan pencerahan kepada Rakyat Indonesia agar tetap bersatu & saling menghormati sesama dalam memberikan dukungannya yang berlandaskan rasional yang dimilikinya. Berikut ini pandangan pribadi saya terhadap beberapa hal yang dominan dimasa PilPres RI dan bagaimana menyingkapinya secara rasional menurut saya.

Black Campaign/BC (Kampanye Hitam). 

Dalam pandangan saya pribadi tentang BC adalah, sah-sah saja dilakukan asalkan tidak mengarah kepada unsur kriminalitas, tetap menjaga etika/ norma-norma, serta tidak melanggar hukum yang berlaku. Berita negatif tentang salah satu CC sewajarnya diungkap kepada khalayak ramai, apapun bentuk berita tersebut walaupun mengandung unsur SARA, HAM, tindakan/prilaku, latar belakang, dll, selama penyampaian berita tsb masih dalam koridor menjaga etika & tidak melanggar hukum.

Pihak yang diberitakan negatif, maupun pendukungnya juga berhak untuk melakukan klarifikasi & argumentasi terhadap yang diberitakan. Yang perlu diingat adalah audience betul-betul harus menggunakan akal & fikiran (rasional) nya untuk proses filtering.

Peranan Media Massa (elektronik, cetak, & online, termasuk opini publik yang disampaikan pada socmed & media lainnya)

Sesuai dengan namanya, maka media massa tidak bisa kita bendung dalam hal memberitakan apapun termasuk yang berbau BC. Ingat, kita adalah cermin dari apa yang kita baca/ lihat & pahami. Oleh sebab itu, peranan media sangat lah besar dalam pembentukan paradigma seseorang. Inilah yang mayoritas orang lupakan. Banyak individu-individu lupa untuk menyadari bahwa kondisi paradigma yang terbentuk di dirinya sudah dimainkan oleh media. Kembali lagi, kita harus dihadapkan kepada pertanyaan, apakah kita sudah menggunakan “rasional” yang kita miliki secara optimal atau belum. Pesan saya kepada para pendukung CC tertentu agar lebih objektif dalam memberikan penilaian adalah;
  1. Carilah sumber berita yang betul2 anda yakini netral/independent dalam memberikan berita kepada anda, atau
  2. Anda beranikan diri untuk menelaah juga berita dari sumber yang anda yakini berseberangan dengan yang anda dukung. Pilihan pertama tentunya diprioritaskan kepada anda yang merasa dirinya kurang mampu dalam melakukan filtering terhadap berita yang diterimanya.

Pilihan kedua hanya berlaku kepada anda yang benar-benar yakin akan kemampuannya menganalisa segala sesuatu. Pilihan tersebut diatas kembali kepada individu masing-masing karena tidak ada yang mengenal diri kita sebaik diri kita sendiri. Ada hal terberat untuk dilakukan oleh individu nantinya setelah melakukan pilihan tsb diatas, adalah mengakui sisi positif dari orang yang berseberangan dengan pilihannya karena kecenderungan psikologis manusia pada umumnya yang lebih condong melihat sisi negatif terhadap individu yang tidak disukai. Untuk itu dibutuhkan kejujuran kepada diri sendiri, karena yang betul-betul tahu kita jujur atau tidak hanyalah diri kita sendiri dan Tuhan YME.

Berdasarkan 2 hal tersebut diatas, hanya satu kesimpulan. Hanya cara kita menyingkapi saja yang menjadi kunci, yaitu pola pikir rasional yang didukung dengan sikap mental keberanian & kejujuran kepada diri sendiri. Tidak dibutuhkan IQ tinggi untuk menilai CC mana yang menurut kita yang terbaik. Allah SWT telah memberikan karunia akal & fikiran kepada setiap manusia, maka gunakanlah sebaik-baiknya.

Pendapat yang kita miliki setelah melewati penilaian secara rasional belum tentu akan menghasilkan pendapat yang sama dengan orang-orang disekitar kita. Hal ini disebabkan oleh masing-masing kita memiliki point-point yang menjadi keutamaan dalam memilih & bersikap. Jadi sudah sewajarnya ada perbedaan pendapat & cara pandang diantara kita. Yang penting point-point yang menjadi sorotan kita tersebut sangatlah jelas untuk dijadikan acuan dalam menetapkan pilihan. Saya hanya punya 2 point penting yang menjadi sorotan saya dalam menetapkan pilihan antara CC PH (Prabowo-Hatta) dengan CC JJ (Jokowi-JK), yaitu:

Harapan yang saya miliki terhadap Bangsa, apakah ada korelasinya dengan Visi & Misi CC terhadap Bangsa (NKRI)

Bibit-bebet- bobot

Harapan saya yang utama adalah kenikmatan atas kekayaan alam yang dimilikinya dapat dinikmati oleh rakyatnya secara maksimal. Bagi saya pribadi, saya lebih baik tidak memilih siapapun menjadi pemimpin negeri yang saya sangat cintai ini, jika tidak ada komitmen yang kuat untuk memastikan faktor utama ini. Tentunya pernyataan saya tsb terlalu naif mengingat tidak akan pernah ada kepastian jika menyangkut komitmen pribadi seseorang, walaupun kedua CC memiliki Visi & Misi yang sama untuk memenuhi harapan saya ini. Untuk itu yang dapat saya lakukan adalah menganalisa semua indikasi-indikasi yang terkait dengan hal ini.

Penjabaran mengenai harapan saya ini tentunya sangatlah luas karena akan mencakupi banyak aspek (politik, ekonomi, sdm, dll). Namun sebagai orang awam, saya hanya menggunakan logika dasar saja dalam mengamati indikasi-indikasi yang telah terjadi. Logika dasar saya adalah seperti ini;

"Negara kita adalah negara yang sangat kaya dengan sumber daya alamnya. Jika kita masih melihat lebih banyak rakyat kita yang masih belum bisa dibilang sejahtera, maka kemanakah larinya kekayaan alam yang kita miliki? Jika larinya kekayaan alam kita ini ke segelintir orang Indonesia saja, saya masih memaklumi hal ini walaupun orang2 tsb tidak memperolehnya dengan cara yang halal. Cara yang tidak halal tersebut tinggal ditindak lanjuti secara hukum. Namun jika yang menikmati kekayaan kita adalah pihak asing, pedih yang tiada tara rasanya.”

"Jika melihat indikasi yang ada saat ini & saat lalu, hanya 1 CC yang dikhawatirkan oleh pihak asing untuk menjadi Presiden. Kekhawatiran pihak asing ini justru memancing skeptis saya, kenapa? Apakah pihak asing khawatir tidak bisa menguras kekayaan alam kita lagi secara maksimal?”

Dan banyak lagi dasar logika yang bisa dipakai, jika ingin memaparkannya.

Bagi saya harapan saya yang utama ini adalah kunci dari harapan-harapan saya lainnya yang tidak jauh berbeda dengan rakyat Indonesia lainnya (kedaulatan NKRI, berantas korupsi, transparansi pemerintahan, kemudahan pelayanan publik, dll).

Untuk memenuhi harapan saya yang utama tsb diatas, saya menggunakan prinsip Suku Jawa dalam memilih jodoh, yaitu: menganalisa 3B dari CC yang ada.

“Bibit”, menurut pandangan saya keunggulan ada di pihak CC PH. Mengenai ditailnya untuk melakukan komparasi dengan CC JJ, pembaca bisa gali sendiri di Internet.

“Bebet” (terkait dengan lingkungan, keluarga, & hubungan pertemanan) juga saya masih menggungulkan CC PH. Memiliki keluarga dengan track record yang jelas dan hubungan pertemanan yang luas baik didalam negeri maupun luar negeri. Dari sisi lingkungan yang dimiliki Prabowo (terutama), adalah gabungan 2 lingkungan yang sangat menarik, militer & entrepreneur. Didalam 2 lingkungan ini Prabowo sudah membuktikan bahwa baik saat menjadi abdi negara maupun sudah tidak menjabat sebagai badi negara, beliau tetap menjalankan pengabdiaannya kepada negara.

“Bobot”, menurut pandangan saya Prabowo masih unggul, terutama dari sisi Pendidikan & Kemampuannya untuk memenuhi harapan saya tersebut diatas. Dan detailnya pun bisa digali oleh pembaca, karena rasanya kurang etis untuk membandingkannya disini secara gamblang.

Inilah yang menjadi dasar pemikiran saya yang menurut saya telah saya lakukan analisa secara rasional terhadap CC yang ada sekarang & disesuakan dengan harapan pribadi saya.

Sebagai catatan, saya dalam hal ini tidak pernah terniat maupun ada tendensi untuk memandang rendah Jokowi sebagai Capres. Untuk memenuhi harapan utama saya tersebut diatas, saya harus memilih Prabowo dibandingkan Jokowi.

Mungkin akan ada respon pembaca kenapa saya melihat wacana terhadap negara begitu sempit, yang mana seharusnya wacana nya begitu luas. Jawabannya adalah SKALA PRIORITAS & FOKUS.

Sekarang giliran pembaca menentukan sikapnya & membuktikan ke diri sendiri apakah kita sudah objektif dalam memberikan penilaian & rasional dalam bersikap. Karena saya yakin jika kita sudah betul-betul objektif, maka apapun pertentangan yang muncul atas pendapat yang kita miliki, kita akan dapat menjawab pertentangan tersebut tidak akan menimbulkan konflik.

Biarlah fanatik tinggal fanatik, yang sudah pasti tidak kelihatan cantik…

Fanatic drives you to become lunatic, dan pasti keliatan dari sikapmu yang panik

Biarlah pencitraan tinggal pencitraan, karena kita tak bisa ditipu penampilan…

Biarlah berita miring menjadi bumbu untuk kita dalam menentukan pilihan, bukan jadi sumber untuk perpecahan….

Ingatlah ada Tuhan yang menentukan, walau tak sama dengan yang kita pikirkan…

Yang penting kita punya sikap yang bisa kita pertanggung-jawabkan, tanpa kelak mengelak dengan ribuan alasan…

Salam Indonesia Satu…
 


10 Artikel terakhir :

Klik disini untuk berkomentar 11 Komentar:

avatar

memang kalo kita dukung capres biasa ajalah ya jangan sampai putus silaturahmi, lebay banget :D

avatar

Dimana-mana, orang yang ngaku berpikir terbuka, netral, dan berwawasan jernih, ujung-ujung nya malah promosikan satu capres.

avatar

Capek capek sok bijak, kampanye juga ente.. :(

avatar

Prabowo Hatta bagus, Jokowi JK juga ok.. yang pintar adalah rakyat Indonesia yang bijak dalam memilih.. :)

avatar

Mana nih si punya artikel? :D

avatar

Terima kasih atas komentar2 yg telah disampaikan. Komentar2 seperti inilah yang akan memperlihatkan siapa diri kita sebenarnya. Tulisan yg saya buat tsb semata-mata bertujuan untuk menyampaikan pendapat pribadi saya terhadap apa yg terjadi & saya liat ditengah masyarakat kita yg mana sudah terlalu banyak ungkapan2 negatif yg dipaparkan untuk menyerang salah satu capres.

Tulisan ini saya buat karena saya ingin berbeda dalam menyampaikan pendapat (tidak apa kalau dibilang kampanye). Dan respon apapun yg akan disampaikan, baik itu positif maupun negatif, saya ucapkan terimakasih.

AGUNG F. AMNAF (021-99970107)
Email : agungfitrial@live.com

avatar

semoga dapat pemimpin yang bisa membangun masyarakat indonesia :)

avatar

di fb banyak yang sampe debat segala bahkan saling remove + blokir, hahaha cape deh

avatar

Ada juga tu beberapa teman, di fb udah kaya gimana gitu, seperti orang mau perang, di dunia nyata malah ketawa cekikikan sambil minum-minum kopi tentang proyek yang akan mereka bahas berikutya.. :D

avatar

Namanya orang lagi kampanye pak :D

Catatan:
1. Untuk komentar yang mengandung link aktif, otomatis akan terhapus.
2. Untuk komentar Pornografi dan SARA, akan kami anggap SPAM

Terima kasih atas komentar Anda
Kembali ke atas