Sekali lagi tentang ribut-ribut Pilpres - RaAiFa.Com
Loading...

Sekali lagi tentang ribut-ribut Pilpres

ribut pilpres
ilustrasi : mirifica.net
Memang seharusnya kita harus selektif sekali teman. Ingat ini adalah tahun politik, dimana angku-angku kita dulu pernah bilang kalau tahun politik itu adalah tahun hembus-hembus. Mengapa dibilang itu tahun hembus-hembus? karena di tahun politik ini cerita hembus-hembus dan tidak berketentuan itu banyak sekali beredar.. Mulai cerita yang berasal dari orang-orang yang sering di bilang "yang tidak bakailiran" sampai cerita yang didengungkan oleh burung-burung hantu di udara.

Tahun hembus-hembus ini memang tidak ada justifikasi benar atau salah yang mutlak. Semua bisa salah dan semua bisa saja benar. Jadi angku-angku kita tempo dulu itu bersasumsi, "sabanyak ma nan bana, sabanyak itu pula nan salah". Teman bisa saksikan sendiri, karena keinginan untuk mencari nan bana itulah yang sulit didapatkan di tahun politik nan penuh cerita hembus-hembus ini. Parahnya lagi, bukan keinginan mencari nan bana itu yang di prioritaskan, sebagian kita justru membanakan apa yang benar menurut kita benar, bukan mambanakan untuk selalu mencari yang benar.

Saya senang sekali dengan rekan-rekan kita yang mau memilah mana yang benar yang salah. Terlepas dari kesalahan menentukan yang bana di tahun politik ini, setidaknya rekan-rekan sudah berusaha untuk ber-ijtihad. Prinsipnya ber-ijtihad mengambil keputusan berdasarkan informasi yang didapat terhadap seluruh informasi yang bersileweran di negeri ini secara obyektif, namun komit tidak bikin ribut..

Balik ke tahun politik yang katanya tahun hembus-hembus, dalam rangka mencari tokoh yang akan memimpin negeri ini. Kita tahu Pak Prabowo dan Pak Jokowi tidak terlepas dari mutlak bana, dalam artian bagus. Setidaknya inilah yang menjadi PR kita bersama. Kita tahu bahwa ukuran bagus dalam mencari seorang pemimpin (Presiden) itu tidak sebatas favorit, bervisi mantab, atau mengandalkan slogan anti korupsi saja. Ada dua hal mendasar yang mutlak harus diperhatikan sebelum mengkaji hal-hal berikutnya tentang layak dan tidak layak. Pertama itu adalah ketokohan, dan yang kedua adalah ketakahan.

Ketokohan dan ketakahan itu dua sisi yang tidak bisa dipisahkan. Tokoh berarti mampu meyakinkan kita sebagai pemilih, apakah pemimpin itu mampu memposisikan diri sebagai orang yang bisa memberikan rasa aman, serta bisa menjadi teladan. Sedangkan Takah itu adalah tampilan si calon pemimin itu sendiri. Apakah sikap dan pembawaannya bisa meyakinkan orang-orang yang dipimpin, atau malah sebaliknya. Hal ini sangat berkaitan sekali dengan kita selaku orang yang akan menilai. Bagaimana mana mungkin calon pemimpin ini bisa di pegang dan di jadikan sandaran, sementara beliau itu tidak bisa meyakinkan kita melalui sikap dan pembawaannya?

Sepertinya saya sudah melenceng kemana-mana dan mulai lagi tidak bakatantuan.. Begini saja, mari kita melihat dengan hati yang jernih, serta menggali berbagai sumber tentang siapa capres yang akan kita pilih nanti. Gunakan pertimbangan yang matang dan tidak perlu terburu-buru. Mari kita ber-ijtihhad dengan benar, dan tidak menggunakan emosi, apalagi nafsu. Angku-angku kita dulu sering berpetuah pilihlah yang paling sedikit buruknya diantara 2 yang buruk, atau pilih yang paling banyak baiknya diantara 2 yang baik. Kalau kita sudah ber-ijtihad dengan konsep tersebut, terima sajalah hasilnya. Siapapun yang akan menjadi presiden di negeri ini, berarti itu adalah yang TERBAIK. Maksudnya disini bisa sebagai yang Presiden yang terbaik dalam mengatur bangsa ini, bisa juga sebagai ujian, cobaan atau teguran yang terbaik terhadap kelakukan-kelakuan kita masa lalu sebagai rakyat badarai di NKRI yang kita cintai ini..

Soal ribut-ribut tentang Capres favorit yang layak memimpin bangsa, ya sudahlah., mari kita hentikan dan mulai ketitik "nol" lagi. Ribut-ribut itu sama saja dengan bikin rangkik-rangkik pangana orang yang melibatkan diri dengannya, dan tidak berguna sama sekali. Bagaimana bangsa ini akan terlihat indah seperti taman-taman bunga? pemilihan Presiden saja sudah buncah, padahal kita itu bukan pemain ataupun king maker. Kita hanya rakyat badarai yang tidak terkait langsung dengan para calon-calon tersebut.

Ingatlah teman-teman.. di Indonesia ini masih ada Pak SBY, The Real President! Beliau masih berkuasa, dan beliau masih punya kepentingan besar setelah masa purna beliau di tahun 2014 ini. Beliau tentunya ingin semua akan baik-baik saja setelah kursi RI 1 tersebut di isi oleh pengganti beliau. Yang pasti, beliau ingin semua akan aman terkendali, baik itu aman untuk beliau pribadi, keluarga beliau, orang-orang dekat beliau, atau masyarakat Indonesia secara umumnya.

Harus kita pahami juga, kalau kita rusuh tentang siapa RI1 berikutnya, tentunya Pak SBY lebih berkepentingan untuk lebih rusuh lagi dibanding kita. Beliau akan mengoptimalkan segala sumber daya yang ada dalam menetralkan hal yang menyebabkan timbulnya perasaan rusuh dan resah gelisah tersebut. Ingat pak SBY masih Real President! Seluruh infrastruktur RI ini masih dalam kendali beliau. Beliau masih berkuasa. Kewajiban kita hanya mencari yang terbaik tanpa ikut-ikutan menjadi rusuh dan bikin keruh, termasuk saya pribadi, si penulis 'dhoif' ini tentunya.

Jadi begitulah, tidak perlu kita ribut-ribut lagi dengan hal yang tidak bakajalehan ini. Siapapun Capres favorit kita, ketenangan, kebersamaan tetap prioritas utama. Cukuplah kita sukseskan Pilpres ini dengan tetap berusaha menjadi masyarakat yang bijaksana, santun, dan saling menghargai satu sama lainnya.

Maaf teman, kepanjangan komentar saya, dan saya sadar kalau berpendapat saya kadang-kadang suka tidak berkeiliran juga. Kalau seandainya saya salah dalam berkata, dan ada yang pihak yang tersinggung dan talendong dek saya, mohon saya dimaafkan. Ini asli pendapat pribadi saya yang bisa benar, dan bisa juga salah, dan tidak perlu di inok-inokan bana. Saya menulis ini dalam keadaan setengah mengantuk berat karena kurang tidur beberapa hari sebelumya.


10 Artikel terakhir :

Klik disini untuk berkomentar 6 Komentar:

avatar

dan jangan fanatik buta, merasa jagoannya paling baik yang pada akhirnya membela mati2an sampai2 menjelek jelekan yg lain

avatar

Benar mas.. Yang banyak itu yg fanatik tidak beralasan dan tidak logis mas :D

avatar

masih ada waktu untuk berfikir2, sebelum menentukan pilihan.. biar informasi mengalir kita yg menyaring

avatar

sudah, coblos nomor 3 saja. Cah Lontong :D

avatar

kalo ngomongin soal pilpers, aduuhhh >.<

Catatan:
1. Untuk komentar yang mengandung link aktif, otomatis akan terhapus.
2. Untuk komentar Pornografi dan SARA, akan kami anggap SPAM

Terima kasih atas komentar Anda
Kembali ke atas