Bijak mengelola antara kebutuhan dan keinginan. - RaAiFa.Com
Loading...

Bijak mengelola antara kebutuhan dan keinginan.

Sebagai manusia yang mempunyai keinginan untuk menjaga kelangsungan hidupnya, tentunya memiliki kecendrungan untuk berusaha memenuhi segala apa yang dibutuhkan untuk itu. Permasalahan yang biasa timbul adalah, susahnya membedakan mana itu kebutuhan dan mana yang hanya keinginan, sementara sumber daya (uang) untuk pemenuhan kebutuhan dan mendapatkan keinginan itu terbatas.

Pemahaman yang baik guna mengelola kebutuhan dan keinginan saat ini bukan suatu hal yang remeh lagi, tapi adalah keharusan. Ini perlu disikapi lebih agar tidak terjadi kesalahan dalam perencanaan dan pengelolaan keuangan yang akan berakibat fatal dikemudian harinya.

kebutuhan dan keinginan
Untuk itu dapat kita bedakan antara kebutuhan dan keinginan ;

Kebutuhan : Secara umum dapat disimpulkan sebagai fungsi dasar yang harus dipenuhi oleh manusia untuk kelangsungan hidupnya, yang dapat dibagi menjadi dua kelompok dasar; kebutuhan primer (yang berhubungan dengan segala yang mutlak di perlukan untuk hidup), dan kebutuhan sekunder (yang berhubungan dengan penunjang kebutuhan primer, agar hidup bisa lebih bahagia dan lebih berarti)

Keinginan : Secara umum keinginan ini adalah bagian dari kebutuhan yang bersifat sekunder, tetapi  tidak berpengaruh terhadap kelangsungan hidup kalau seandainya keinginan ini tidak bisa dipenuhi. (contoh : membeli pakaian-pakaian mahal dengan perancang terkenal untuk koleksi pribadi)

Antara kebutuhan dan keinginan ini sifatnya relatif, dan berbeda bagi masing-masing individu. Kebutuhan itu sifatnya harus terpenuhi, sementara keinginan itu sah-sah saja, selagi keinginan yang diusahakan tersebut tidak mengusik kebutuhan, karena keinginan pada dasarnya adalah sifat alami manusia.

Contoh dari kebutuhan dan keinginan bersifat relatif.

Seorang marketing otomotif yang sering berhubungan dengan pengusaha kaya, yang sangat memperhatikan style (gaya hidup terkini). Kebetulan sekali marketing ini memang ditempatkan pada bagian penjualan otomotif kategori sport mewah pada sebuah dealer. Dalam menjalankan profesinya, marketing ini telah menganggarkan budget yang cukup besar guna menjaga penampilannya.

Hal ini bukan saja dari inisiatif marketing yang bersangkutan, tetapi juga merupakan suatu aturan tak tertulis yang selalu di wanti-wanti oleh manager mereka. Manager mereka selalu menekankan bahwa produk yang mereka jual itu adalah barang mahal yang harganya diatas tiga kali mobil biasa. Sedangkan calon pembeli mereka itu adalah kaum mapan yang high class. Bagaimana mana mungkin mereka bisa meyakinkan bahwa produk yang mereka jual itu adalah produk berkelas, sementara penampilan mereka tidak mendukung untuk itu?

Tindakan menganggarkan budget yang cukup besar untuk menjaga penampilan yang dilakukan marketing tersebut merupakan salah satu tips dari ilmu marketing umum, dan ini dibenarkan, walaupun berlaku pepatah “Don’t judge a book by its cover”, atau dalam bahasa Indonesia, “Jangan menilai seseorang dari penampilan luarnya”.

Dari contoh diatas di simpulkan bahwa menjaga penampilan yang memakan biaya cukup besar tersebut adalah suatu kebutuhan, dan bukan lagi disebut sebatas keinginan dari sudut pandang profesionalisme seorang marketing. Tindakan ini bukan tanpa alasan, karena kedepannya merupakan salah satu dari berbagai cara yang diusahakan, bagaimana nantinya marketing ini menjual untuk menghasilkan pendapatan yang jauh lebih besar dari apa yang telah dikeluarkan, serta menjaga kelangsungan karir mereka sebagai seorang marketing mobil sport mewah dikemudian harinya.

Beda lagi dengan seorang yang bukan berprofesi marketing. Menjaga penampilan seperti contoh diatas bukanlah hal yang disebut kebutuhan, tapi merupakan suatu keinginan, karena tidak terkait langsung dengan pokok pekerjaan dan karir untuk kelangsungan hidup mereka.

Untuk itu perlu kita pilah lagi secara lebih mendalam agar tidak terjebak dalam keinginan-keinginan yang akan berdampak terganggunya kebutuhan yang harus kita penuhi. Adapun beberapa cara yang bisa diterapkan agar tidak terjebak dalam keinginan diantara kebutuhan ini diataranya :

  • Tentukan apa yang benar-benar menjadi kebutuhan, dan susun keinginan yang ingin dipenuhi.
  • Lakukan skala prioritas mana kebutuhan yang harus dipenuhi, dan mana keinginan yang bisa ditunda
  • Tunda dulu untuk beberapa waktu sebelum mewujudkan keinginan. Usahakan dalam mengambil keputusan tidak dalam keadaan emosi sesaat, agar dalam mewujudkan keinginan tersebut bisa  lebih bijaksana. Pertimbangkan juga secara lebih mendalam manakah yang lebih baik sumber daya yang ada digunakan untuk mewujudkan keinginan tersebut, atau dialihkan kepada hal-hal yang lebih bermanfaat.
Semoga kita semakin bijak mengelola sumber daya yang kita miliki, terutama hal yang berhubungan  antara kebutuhan dan keinginan ini..

Referensi :
1. http://www.muhammadnoer.com
2. http://wahyu-purnomo.com/
3. Kunjungan ke blog yang disebutkan diatas, disinkronkan dengan pengalaman hidup beberapa orang terdekat penulis yang keseharian bergelut di dunia usaha, dan pandangan mereka tentang kebutuhan dan keinginan.


10 Artikel terakhir :

Klik disini untuk berkomentar 11 Komentar:

avatar

Yakin pertamax saya
hahaha


keinginan yang dibutuhkan pasti dibeli dengan uang
hehe

avatar

Uang, ya dibutuhkan dan pastinya diinginkan

avatar

Tidak bisa membedakan kebutuhan dan keinginan itu kayaknya banyak terjadi, biasanya ibu-ibu .. :)
kalau dalam marketing, saya sepakat kalau penampilan itu merupakan kebutuhan, karena penting untuk meningkatkan performanca yang dampaknya pada kepercayaan pelanggan

avatar

Betul mas jadi jelas mana yang harus didahulukan.

Dari artikelnya cukup ilmiah namun ada saran dari saya jangan lupa lengkapi sumber referensinya disebutkan biar kita tahu dasar pemikirannya dari mana.

Makasih mas.

avatar

kalau mengikuti keinginan terus seperti tidak ada habisnya

avatar

sulit sekali memang untuk membedakan kebutuhan dan keinginan ini yaa, saya sendiri terkadang bingung, :)

avatar

Mau beli BB.. tapi buat apa ya? :D
paling buat nggodain cewek :D
pikir2 dulu ah bener2 butuh apa hanya sekedar keinginan..

avatar

Mau beli BB.. tapi buat apa ya? :D
paling buat nggodain cewek :D
pikir2 dulu ah bener2 butuh apa hanya sekedar keinginan..

avatar

sepertinya saya banyak memenuhi keinginan dari kebutuhan deh...T_T

avatar

Betul mas, paling tidak lebih cerdas dalam menentukan skala prioritas ..

avatar

dua kata yang hampir sama tapi beda makna nya ya :)

Catatan:
1. Untuk komentar yang mengandung link aktif, otomatis akan terhapus.
2. Untuk komentar Pornografi dan SARA, akan kami anggap SPAM

Terima kasih atas komentar Anda
Kembali ke atas