Perbedaan pengusaha dengan orang biasa menyikapi uang - RaAiFa.Com
Loading...

Perbedaan pengusaha dengan orang biasa menyikapi uang

Pandangan penngusaha dan orang biasa tentang uang

Kalau kita amati, seringkali kita temukan perbedaan mendasar bagaimana orang biasa dengan seorang bermental pengusaha memandang uang.  Hal ini bisa kita lihat bagaimana mereka membelanjakan uang yang mereka miliki, atau bagaimana konsep mereka tentang cara mendapatkan uang uang itu sendiri.

Cara mereka membelanjakan uang, dan konsep mereka mendapatkan uang ini tidak dipengaruhi oleh latar pendidikan mereka, tetapi timbul karena mindset [cara pikir] mereka yang telah terbentuk dari pola bawaan, kebiasaan ataupun pembiasaan karena faktor lingkungan sekitar mereka. Itu semua terlepas dari apakah seorang penguasaha itu bukan seorang pengusaha kaya, atau seorang itu adalah orang biasa yang kaya. Adapun beberapa perbedaan diantaranya adalah :

1. Pengusaha tidak pernah ragu, sedangkan orang biasa merasa bimbang karena terbiasa di zona aman.

Pengusaha bila melakukan sesuatu yang akan menghasilkan untuk dirinya, akan terus maju setelah melakukan petimbangan logis dan analisa yang matang. Mereka akan melakukan dengan cara sendiri, walaupun orang sekitarnya menentang dan berbicara dengan kemungkinan-kemungkinan terburuk

Sedangkan orang biasa yang ingin bebas dari ketergantungan finansial, tidak pernah benar-benar berani memulai suatu usaha dengan merintis dari awal. Hal ini dikarenakan perasaan takut gagal dan terbiasa dengan pola menerima pendapatan yang teratur, atau per jangka waktu tertentu.

2. Pengusaha memandang uang yang akan masuk, orang biasa memandang uang yang akan keluar.

Sering kita perhatikan, seorang yang bermental pengusaha tidak pernah ragu membelanjakan uang mereka jika memandang sesuatu itu perlu dan penting bagi mereka. Mereka tidak pernah merasa takut miskin, atau uang mereka akan habis, karena secara mendasar mereka memandang untuk menjadi mapan itu bukan dengan menahan keinginan atau keperluan-keperluan yang menunjang keberlangsungan mereka, tapi bagaimana menambah sumber pemasukan lainnya.

Pengusaha juga sering berkeyakinan untuk menjadi kaya itu bukan dengan menahan pengeluaran seirit mungkin, tetapi bagaimana mereka bisa memaksimalkan pendapatan sebesar-besarnya dari berbagai sumber, dan tidak terpaku hanya satu sumber pemasukan yang jelas.

Sedangkan orang biasa akan berusaha untuk menabung dan terus menabung. Mereka membelanjakan uang mereka dengan pertimbangan njelimet ,atau "seberapa pentingkah ?". Itu tidak hanya berlaku untuk menyenangkan diri sendiri, tapi juga berlaku kepada kebutuhan-kebutuhan mendasar mereka, walaupun bersifat relatif. Hal ini terbentuk karena perasaan yang timbul bagaimana susahnya mereka menahan keinginan untuk menyisihkan sebagian pendapatan mereka.

Orang biasa berpikir menabung agar uangnya melimpah, tapi terus merasa kekurangan uang. Jika anda mempunyai pendapatan Rp 200 juta per tahun dan menabung 10% dari pendapatan anda. Maka anda akan mendapatkan 20 juta di akhir tahun. Ini bukanlah cara untuk memperkaya diri, dan anda tidak akan kaya dengan cara ini. Orang-orang terkaya di dunia menabung juga, tapi pikiran mereka yang utama adalah untuk meningkatkan pendapatan, sehingga jumlah uang yang bisa anda tabung lebih banyak. [ Siebold, dailyfinance.com ]

3. Target

Seorang pengusaha mempunyai kecendrungan menetapkan target-target dalam hidup mereka, termasuk dalam target finasial di kemudian harinya. Orang biasa mempunyai kecendrungan menjalani apa yang sudah ada, tanpa mau menetapkan pencapaian dalam hidup mereka, kelak mereka akan bagaimana, dan akan mendapat apa saja pada waktu tertentu.

4. Mental bekerja

Kecendrungan dalam bekerja untuk menghasilkan, penguasa bekerja berdasarkan inisiatif tanpa dibatasi waktu dan ruang, dan bekerja berdasarkan tujuan kepuasan. Bahkan mereka bisa bekerja dengan sangat keras, dimana menurut orang lain itu adalah suatu hal mustahil. Itu mereka lakukan karena mereka melihat jauh kedepan, bahwa mereka suatu saat akan menghasilkan suatu yang besar, atau kebebasan finansial bagi mereka di kemudian harinya.

Sedangkan orang biasa yang bekerja untuk menghasilkan uang, hanya sekedar bekerja. Produktivitas mereka bergantung kepada hasil-hasil yang terukur, dan waktu yang jelas. Mereka akan merasa berat bekerja untuk suatu hitung-hitungan yang tidak pasti, walaupun nanti pekerjaan itu justru akan menghasilkan kebebasan finansial bagi mereka dikemudian harinya.

Begitulah kira-kira perbedaan pengusaha dengan orang biasa menyikapi uang.. Bagaimana dengan anda? 

----------------
Referensi:
- Robert T. Kiyosaki
- dailyfinance.com
- Pengamatan terhadap beberapa orang terdekat dan yang sering berinteraksi dengan penulis


10 Artikel terakhir :

Klik disini untuk berkomentar 9 Komentar:

avatar

saya masih terfokus pada nomor dua nih

avatar

berarti saya masih orang biasa
sama halnya seperti poin pertama yang masih bimbang saya ini
hehehe

avatar

saya sangat menyukai dengan tulisannya mas bro, ini sangat menginspirasi saya untuk lebih maju. Mantap sekali

avatar

pikirannya masih belance antara yang dua itu..

avatar

wah ternyata beda banget ya mas :)

avatar

saya masih bermental konsumtif, jika punya uang ingin membeli ini itu, dan bukannya investasi

avatar

Kunjungan perdana dari admin blog Tersexy.com. Izin menyimak artikel yang bermanfaat ini sekaligus minta izin memfollow blog anda untuk mengetahui update artikel terbaru dari blog anda di hari berikutnya. Kalau tidak keberatan, mohon follow back ya :)

avatar

kalau kita mendapatkan uang dengan susah payah, pasti kita aman berusaha menjaga uang tersebut ya mas :)

avatar

Untuk nomor 1 dan nomor 2 kayaknya berkaitan dengan karakter keberanian mengambil risiko dan berspekulasi ya mas, tapi tentu saja tetap terukur ..

Catatan:
1. Untuk komentar yang mengandung link aktif, otomatis akan terhapus.
2. Untuk komentar Pornografi dan SARA, akan kami anggap SPAM

Terima kasih atas komentar Anda
Kembali ke atas